FUNGSI PROBIOTIK SIKLUS DALAM FORMULA HALAWA
Kandungan probiotik HALAWA dikatakan siklus karena didalamnya terdapat bakteri positif, bakteri negatif, dan bakteri netral.
Semua hidup dalam satu ekosistem dengan berbagai sifat dan jenisnya.
Kehidupannya berada dalam satu siklus. Karenanya keberadaan probiotik itu menjadi saling memberi dan menerima, saling menguatkan dan saling berkontribusi, Sehingga tercipta satu kondisi mekanisme yang sangat membangun dan memberi manfaat pada tuan rumahnya/hostnya yaitu tubuh manusia.
(pengkonsumsi HALAWA).
Dalam dunia kedokteran untuk melunakkan makanan di mulut agar mudah dikunyah dan ditelan, dikenal adanya enzym-enzym yang berfungsi melunakkan makanan. Sementara dari kajian Ilmu Mikro, enzym hanyalah suatu produk yang dihasilkan oleh probiotik.
Adapun yang mampu melunakkan, menghaluskan makanan adalah makhluk hidup yang tidak lain adalah probiotik itu.
Terdapat ratusan milyar bakteri di dalam mulut dengan beraneka jenis dan genus nya.
Probiotik dalam formula HALAWA akan mengambil peran sesuai fungsinya dan memposisikan di mulut, tenggorokan, lambung, usus halus, usus dua belas jari, usus besar, dll.
Semua mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Hal sangat menarik yang sampai saat ini masih menjadi misteri para ahli di seluruh dunia.
Di Duodenum diyakini ada sekitar 19 juta species probiotik, yang merupakan central dari berbagi probiotik yang ada dalam usus.
Probiotik ini hanya ada di Duodenum, tidak bisa dipelajari seperti layaknya bakteri yang lain.
Tidak bisa diambil samplenya untuk dipelajari diluar.
Sampai sekarang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan secara ilmiah, sebuah rahasia ilmu Allah.
Allah SWT menciptakan mikrokosmos dalam tubuh manusia, yang sebenarnya merupakan miniatur alam semesta.
Semua zat di alam ini ada di dalam tubuh manusia. Untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan mahluk lain dalam alam semesta ini, Allah SWT. melengkapinya dengan menciptakan dan menempatkan beragam probiotik di dalam tubuh manusia.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli yang mendalami bidang mikrobakteriologi, menemukan fakta yang sungguh menakjubkan.
Ternyata berbagai macam probiotik terdapat di dalam usus seorang manusia, dan diyakini jumlahnya tidak kurang dari 100 triliun. Jumlah itu melebihi jumlah ciptaan Allah SWT. di angkasa berupa bintang, planet dan sejenisnya.
Nampak jelas betapa mikrokosmos dalam tubuh manusia jauh lebih banyak dan rumit dari pada makrokosmos.
Probiotik yang terdiri dari berbagai bakteri, virus maupun cacing ciptaan Allah yang ada di tubuh manusia, baik bersifat positif, negatif maupun netral.
Bersifat aerob atau anaerob, keberadaannya bukan untuk menyakiti melainkan untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.
Ternyata bila probiotik tersebut hidup dalam satu siklus yang baik, hidup dalam suasana dan kondisi yang semestinya, akan sangat bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya menyehatkan, bahkan bisa menyembuhkan berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu meningkatkan kecerdasan, Menjadi tentara dan benteng imunitas dan berbagai manfaat lainnya. Ada hal unik dengan siklus probiotik, bahwa sepanjang waktu jumlah probiotik dalam satu siklus akan tetap stabil dan sama.
Bila jumlah probiotik berkurang akan terjadi regenerasi dan sebaliknya bila jumlah berlebihan, akan ada probiotik yang mati.
Proses tersebut terjadi terus menerus sehingga jumlahnya selalu seimbang.
Probiotik hanya akan menjadi masalah atau membuat kita sakit, karena terdapat bakteri yang menyimpang dari siklus atau habitatnya.
Penyebabnya bisa dikarenakan konsumsi asupan kimia sintetik, produk transgenik aneka logam tak terurai, atau bahkan bisa juga karena kurangnya konsumsi air minum, sayur dan buah.
Dengan cara pandang dan berfikir seperti itu, maka kita bisa tahu, bahwa Allah menciptakan trilyunan probiotik, dengan berbagai macam jenis dan bentuknya, untuk menyehatkan manusia, mensejahterakan keberlangsungan hidup manusia. Bukan supaya manusia menjadi sakit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar